Sejak tahun 1639 kota yang disebut dengan nama Ulan Bator ini adalah sebuah tempat khusus yang menampung biksu-biksu Buddha yang biasanya hidup nomaden. Kota in kemudian ditetapkan sebagai sebuah daerah dan ditentukan batasnya pada tahun 1778. Sebelum penetapan ini kota yang bernama Ulan Bator ini berpindah-pindah sebanyak 28 kali. Setiap perpindahan terjadi karena pilihan para biksu dan terdapat sebuah upacara khusus dalam proses pemindahan tersebut.

 

Kota ini memiliki luas yang cukup besar yaitu mencapai 4.704,4 km2 yang saat ini sudah dijadikan sebagai sebuah pusat produksi. Karena fungsi dari ibukota ini maka polusi udara menjadi salah satu masalah yang memprihatinkan di dalam kota ini. Konsentrasi zat tertentu di udara sudah mencapai PM10. Penetapan batas maksimal polusi sudah dilakukan oleh WHO berkali-kali tapi tidak tampak peluang untuk mengalami penurunan.

 

Di daerah ini ada begitu banyak tempat yang harus dikunjungi. Diantaranya adalah biara Gandantegchinlen yang merupakan sebuah biara dengan sejarah yang sangat banyak. Pembagian biara dilakukan beberapa kali hingga mencapai bentuknya yang saat ini. Di dalamnya terdapat kuil emas dan beberapa patung raksasa. Selain itu terdapat juga taman nasional Gorkhi Terelj yang juga bisa dijadikan tempat camping atau bisa juga lapangan Sukhbataar yang terletak di pusat kota. Bagi yang lebih menyukai taman hiburan modern kota ini juga memiliki taman hiburan nasional.

Sejarah Berdiri dan Luas Ibukota Mongolia
Scroll to top